Dit Reskrimum Polda Bali Ringkus Tersangka Kasus Penipuan/Penggelapan Proyek Pengembangan Pelabuhan Benoa

lilikbadung, 12 Apr 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR- Dir Reskrimum Polda Bali Kombes. Pol. Andi Fairan S.I.K.,M.S.M, didampingi Kabid Humas Kombes. Pol. Hengky Widjaja, S.Ik, M.Si. menggelar jumpa pers terkait penangkapan Tersangka AAWP dalam dugaan kasus penggelapan dan penipuan. Kamis kemarin (11/4).

Dir Reskrimum Polda Bali Kombes. Pol. Andi Fairan S.I.K.,M.S.M, menerangkan Tersangka AAWP ditangkap di sebuah apartemen di daerah Kuningan - Jakarta, karena tersangka AAWP ini diduga melakukan tindak pidana Penipuan atau Penggelapan.

Penangkapan AAWP ini karena setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penggelapan dan penipuan, tersangka ini mangkir dari panggilan penyidik dan pergi ke jakarta.

Karena tidak Kooperatif, kami perintahkan anggota untuk lakukan penangkapan. "Ujar Dir Reskrimum Polda Bali Kombes. Pol. Andi Fairan S.I.K.,M.S.M, Dir Reskrimum Polda Bali Kombes. Pol. Andi Fairan S.I.K.,M.S.M, mengungkapkan, kasus yang menjerat Ketua Kadin Bali ini merupakan kasus sejak tahun 2012.

Hal ini bermula antara tersangka dengan pelapor bernama Sutrisno bekerja sama membentuk PT. BSM yang akan bekerja sama dengan Pelindo dalam proyek pengembangan Pelabuhan Benoa. Selain itu, penetapan tersangka diperkuat dengan sejumlah barang bukti yang sudah diamankan seperti surat kesepakatan bersama, bukti transaksi atau transfer senilai Rp 6 Milyar dan Rp 10 Milyar, kemudian memeriksa saksi yang menerima dan yang mengirim hingga yang melihat kerja sama tersebut.

"Tersangka menyanggupi mengurus ijin rekomendasi gubernur tapi ternyata tidak. Tersangka yang sudah menerima uang Rp 16 Milyar tapi ijin rekomendasi yang sudah menjadi kesepakatan mereka tidak keluar sehingga korban dirugikan dan melapor,” Sebutnya Dir Reskrimum Polda Bali Kombes. Pol. Andi Fairan S.I.K.,M.S.M, Disinggung mengenai kelanjutan kasusnya, Dir Reskrimum Polda Bali Kombes. Pol. Andi Fairan S.I.K.,M.S.M, mengakui akan melihat keterangan dari tersangka AAWP, apakah bekerja seorang diri atau ada pihak lain yang terlibat, masih menunggu hasil pemeriksaan. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 tentang Penipuan dan Pasal 372 tentang Penggelapan (tipu gelap).

Kasusnya saat ini masih dalam proses, setelah ditangkap akan dilakukan pemeriksaan, kemudian penahanan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan. “Nanti kami lihat proses pemeriksaan dan cukup bukti, akan lakukan langkah selanjutnya,” pungkas Kombes. Pol. Andi Fairan S.I.K.,M.S.M,.(GUN).

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami